Mandailing Natal, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal melalui Dinas Pertanian menggelar rapat teknis strategis bersama Universitas Medan Area. Pertemuan ini menindaklanjuti arahan Bupati Mandailing Natal terkait program pengembangan pisang berkelanjutan, Senin, (13/04/26) di Kampus Pascasarjana UMA, Medan.
Utusan dari Pemkab Mandailing Natal dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Sahnan Pasaribu didampingi oleh Kadis Pertanian Taufik Zulhandra Ritonga dan sejumlah jajaran dari Dinas Pertanian Kabupaten Madina.
Rapat ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi sektor pertanian, khususnya komoditas pisang, melalui kolaborasi akademis dan pendampingan ahli.
Sementara, pihak Universitas Medan Area menyambut hangat dengan menghadirkan jajaran pakar dan guru besar, di antaranya Prof. Ir. Zulkarnain Lubis, M.S, PhD, Prof. Dr. Ir. Suswati, M.P, Prof. Dr. Ir. Retna Astuti, K, M.S, Prof. Dr. Dadan Ramdan M.Eng, M.Sc, Prof. Dr. Ir. Siti Mardiana, M.Si.
Rapat teknis tersebut menghasilkan dua poin utama yang akan segera dieksekusi dalam waktu dekat melalui kunjungan lapangan, Tim pakar dari UMA dijadwalkan akan segera turun ke lapangan untuk meninjau langsung lokasi demplot (percontohan) pengembangan pisang kepok di Sipalangka Kecamatan Lembah Sorik Marapi Mandailing Natal bertujuan untuk memetakan kondisi teknis dan kesiapan lahan.
Sebagai payung hukum kolaborasi jangka panjang, Pemkab Madina dan UMA sepakat untuk melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) dalam waktu dekat.
Asisten Pemerintahan dan Kesra, Drs. Sahnan Pasaribu mengatakan pengembangan pisang kepok di Sipalangka menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Dengan dukungan riset dan teknologi dari UMA, diharapkan kualitas produksi pisang Mandailing Natal dapat memenuhi standar industri dan meningkatkan kesejahteraan petani setempat.
Kepala Dinas Pertanian Mandailing Natal, Taufik Zulhandra Ritonga, menegaskan kesiapan penuh jajarannya dalam menyukseskan program prioritas Bupati tersebut.
” Kami telah melakukan berbagai persiapan teknis di lapangan, mulai dari pemetaan lahan hingga kesiapan sarana pendukung lainnya. Dinas Pertanian berkomitmen penuh agar program pengembangan pisang ini berjalan sesuai target,” sebut Taufik.